Abstract: Penelitian ini menganalisis strategi konseptual partai Islam dalam memenangkan pemilu di era disrupsi, dengan fokus pada pemanfaatan teknologi digital, integrasi nilai-nilai Islam, dan inovasi politik. Tulisan ini menggunakan studi kepustakaan yang dianalis menggunakan pendekatan studi naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki potensi besar untuk membangun narasi politik yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Selain itu, simbol agama dapat digunakan secara strategis untuk memperkuat hubungan emosional dengan pemilih, seperti yang terlihat pada kebangkitan politik identitas Islam di Pilkada DKI Jakarta. Inovasi dakwah yang dilakukan Nahdlatul Ulama melalui pendekatan digital juga memberikan inspirasi bagi partai Islam untuk beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi. Dengan menerapkan kerangka strategi berbasis nilai Islam dan modernisasi teknologi, partai Islam dapat meningkatkan daya saingnya dalam kontestasi politik nasional. Penelitian ini menawarkan kontribusi konseptual yang penting bagi pengembangan strategi politik yang relevan di era disrupsi, sekaligus memberikan dasar bagi penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas strategi ini.
No Comments.