Abstract: Skripsi ini membahas tentang bintang Syi’ra dalam surat an-Najm ayat 49. Bintang Syi’ra merupakan salah satu benda langit yang memiliki dan memancarkan cahaya paling terang di langit malam. Dalam al-Qur’an bintang Syi’ra hanya disebut satu kali saja yaitu dalam surat an-Najm ayat 49. Pokok kajian dalam penelitian ini adalah Bagaimana pandangan mufassir mengenai bintang Syi’ra? Bagaimana pandangan sains mengenai bintang Syi’ra? Bagaimana korelasi penafsiran bintang Syi’ra dengan penjelasan Sains? Dalam menyusun skripsi ini penulis menggunakan metode komparatif sebagai intrumen penelitian. Adapun dalam pengumpulan data penulis menggunakan penelitian kepustakaan ( library research ), yaitu menelaah berbagai buku-buku yang terkait dengan pembahasan yang akan dikaji. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan adanya perbedaan penjelasan antara sebagian mufassir dengan mufassir lainnya mengenai bintang Syi’ra. Pertama, bintang Syi’ra dijelaskan sebagai bintang yang terbit setelah rasi Jauza’. Kedua, bintang Syi’ra adalah bintang Sirius yang berada di rasi “Anjing Besar” atau dalam nama latinnya “ Alpha Canis Major”. Ketiga, bintang Syi’ra dijelaskan sebagai bintang ganda yaitu al-‘Ubur dan Ghumasho’, dan yang terlihat dari bumi adalah al-‘Ubur. Berdasarkan data astronomi bintang Sirius adalah bintang yang cahayanya paling terang di langit malam, yang berada di rasi Canis Majoris, bintang ini terbit pada musim panas. Bintang Sirius juga merupakan sistem bintang ganda, dinamai Sirius A dan Sirius B, yang mana bintang Sirius A cahayanya sangat terang sehingga menutupi bintang Sirius B yang lebih redup.
No Comments.