Abstract: Keterbatasan lahan menjadi tantangan utama dalam mewujudkan kemandirian pangan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dengan pekarangan sempit. Di tengah meningkatnya ketergantungan terhadap pasokan pangan dari pasar, muncul kebutuhan untuk menghidupkan kembali semangat produksi pangan rumah tangga berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan di Lembang Bori’ Lombongan, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara, melalui pendekatan ekonomi “dari pasar ke dapur”, yaitu upaya transformasi masyarakat dari konsumen menjadi produsen pangan mandiri dengan memanfaatkan lahan tidur di sekitar rumah. Metode pelaksanaan meliputi observasi, wawancara, edukasi pertanian organik, dan pembuatan kebun mini sebagai media praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan lahan tidur, penggunaan pupuk organik, serta pergeseran perilaku ekonomi rumah tangga dari konsumtif menjadi produktif. Program ini memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kemandirian pangan, memperkuat solidaritas sosial, dan menumbuhkan kesadaran ekologis masyarakat pedesaan.
No Comments.