Item request has been placed! ×
Item request cannot be made. ×
loading  Processing Request

PERKEMBANGAN BENTUK KERAJINAN RENCONG DI DESA BAET KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR

Item request has been placed! ×
Item request cannot be made. ×
loading   Processing Request
  • Author(s): Kafri, Saniman Andi; Wijaya, Reza Sastra
  • Source:
    Gorga : Jurnal Seni Rupa; Vol. 9 No. 2 (2020): Gorga : Jurnal Seni Rupa; 326-335 ; 2580-2380 ; 2301-5942 ; 10.24114/gr.v9i2
  • Document Type:
    article in journal/newspaper
  • Language:
    English
  • Additional Information
    • Publication Information:
      Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan
    • Publication Date:
      2020
    • Collection:
      E-Journal Universitas Negeri Medan (Unimed)
    • Abstract:
      Rencong merupakan produk budaya lokal Aceh yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek monyangnya suku Aceh. Rencong sebagai senjata tradisional sekaligus simbol identitas diri masyarakat Aceh memiliki sejarah panjang dan bentuk yang menarik. Sampai saat ini rencong Aceh tetap diminati oleh masyarakat Aceh maupun pendatang yang berkunjung ke daerah Aceh. Seiring dengan berlakunya PSBB di Aceh, juga berdampak terhadap pengrajin rencong, Kondisi ini juga menuntut masyarakat harus mencari pekerjaan lain untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dampak virus covid-19 dirasakan langsung oleh pengrajin rencong yang ada di tiga desa Baet yaitu, Baet Masjid, Baet Lampuot dan Baet Meusago di kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar. Beberapa pengrajin yang bertahan, dikarenakan tidak adanya pekerjaan lain seperti yang dilakukan oleh bapak Yudi Hidayat, Ibrahin dan Zuhri. Pemerintah Aceh bahkan telah menetapkan kampung-kampung ini sebagai kampung rencong yang menjadi destinasi wisata baru di Aceh. Sebelum Covid- 19 hampir semua penduduknya berpropesi sebagai pengrajin rencong. Membuat rencong dilakukan secara turun-temurun dimana pembuatan kerajinan ini dilakukan oleh laki-laki dan perempuan. Keunikan rencong dapat dilihat dari bentuknya yang menyerupai kalimat Bismillah ditulis dalam bahasa Arab. Hal ini menunjukkan adanya hubungan erat antara rencong dengan Islam. Perubahan zaman tentunya turut mengubah kebudayaan, dalam hal ini turut merubah bentuk rencong dan fungsi rencong itu sendiri, dimana dahulunya bentuk rencong hanya berukuran 35 cm dan dalam perkembanganya bentuk rencong saat ini sudah mulai ber pariasi mulai dari ukuran 15 cm sampai dengan 2 M, selain itu rencong pada saat ini produksi lebih memanfaatkan pamor rencong sebagai salah satu senjata khas Aceh yang ada di Indonesia sehingga fungsinya beralih dari fungsi praktis menjadi fungsi estetis sehingga tujuan produksinya turut mempengaruhinya, dimana rencong saat ini sudah digunakan sebagai aksesoris dalam pakaian adat Aceh dan aksesoris ...
    • File Description:
      application/pdf
    • Relation:
      http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/20311/14293; http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/20311
    • Online Access:
      http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/20311
    • Rights:
      Copyright (c) 2020 Saniman Andi Kafri, Reza Sastra Wijaya ; https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
    • Accession Number:
      edsbas.94012107