Item request has been placed! ×
Item request cannot be made. ×
loading  Processing Request

ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA DI LINGKUNGAN TERMINAL SEKITAR WILAYAH BOJONEGORO DENGAN PRINSIP KESANTUNAN LEECH

Item request has been placed! ×
Item request cannot be made. ×
loading   Processing Request
  • Author(s): Rahmawati, Rodhiati
  • Source:
    EDU-KATA; Vol 1 No 2 (2014): Agustus 2014; 149-158 ; 2579-5015 ; 2355-1356 ; 10.52166/kata.v1i2
  • Document Type:
    article in journal/newspaper
  • Language:
    unknown
  • Additional Information
    • Publication Information:
      Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan
    • Publication Date:
      2014
    • Collection:
      E-Journal Universitas Islam Darul Ulum Lamongan
    • Abstract:
      Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (a) mendeskripsikankesantunan berbahasa para calo, pedagang asongan, supir, dan kondektur dilingkungan terminal Bojonegoro dengan prinsip kesantunan Leech; (b)mengetahui wujud ragam bahasa yang tidak santun yang diucapkan oleh paracalo, pedagang asongan, supir, dan kondektur di lingkungan terminal Bojonegoro;dan (c) mengetahui persepsi penyimak bahasa di luar lingkungan terminalterhadap kesantunan berbahasa para calo, pedangang asongan, supir, dankondektur di lingkungan terminal Bojonegoro. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode deskripsi kualitatif. Teknik pengumpulkan datadalam penelitian ini menggunakan teknik rekam dan teknik catat. Tenik analisisdata dalam penelitian ini menggunakan kartu data. Sumber data penelitian iniadalah para calo, pedangang asongan, supir, dan kondektur yang terdapat dilingkungan terminal sekitar wilayah Bojonegoro. Data dalam penelitian ini adalahtuturan para calo, pedagang asongan, supir, dan kondektur yang mengandungkata-kata kasar dan pelanggaran prinsip kesantunan Leech. Hasil penelitiankesantunan berbahasa di lingkungan terminal Bojonegoro menunjukkan bahwatuturan yang ada di lingkungan terminal khususnya di terminal sekitar wilayahBojonegoro yang dituturkan oleh para calo, pedagang asongan, supir, dankondektur terdapat pelanggaran enam maksim prinsip kesantunan Leech. Enammaksim tersebut yaitu pelanggaran maksim kebijaksanaan, maksim penerimaan,pelanggaran maksim kemurahan, pelanggaran maksim kerendahan hati,pelanggaran maksim kecocokan, dan pelanggaran maksim simpati. Wujud ragambahasa yang tidak santun juga diucapkan oleh para calo, pedagang asongan, supirdan kondektur seperti kata-kata menyakitkan hati, olok-olok atau sindiran pedas,dan celaan getir. Persepsi penutur bahasa di luar lingkungan terminal seperti guru,mahasiswa, karyawan swasta, dan ustadz beranggapan bahwa tuturan yang ada dilingkungan terminal sebagian besar adalah tuturan kasar. Menurut mereka yangmenjadi latar belakang penutur mengucapkan ...
    • Accession Number:
      10.52166/kata.v1i2.282
    • Online Access:
      https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/kata/article/view/282
      https://doi.org/10.52166/kata.v1i2.282
    • Rights:
      Copyright (c) 2014 EDU-KATA Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya ; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
    • Accession Number:
      edsbas.DE2AD3F7